Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan

Mar 7, 2017 by

Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan

Di Indonesia ubi jalar, atau oleh masyarakat jawa disebut dengan istilah “telo pendem” sudah menjadi salah satu menu makanan pokok, yang bisa dikatakan kandungan gizi nya nya dapat memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat sebagai pengganti nasi beras. Rasanya yang manis disebut sebagai nilai tambah yang membuat ubi jalar lebih disukai karena dibanding sumber karbohidrat lain yang cenderung mempunyai rasa tawar atau hambar.  Melalui sedikit modifikasi pengolahan dapat dihasilkan berbagai macam makanan yang mengundang selera untuk dinikmati. Perlu diketahui bahwa ubi jalar adalah salah satu dari 5 komoditi tanaman pangan yang ditanam di negara berkembang. Di dalamnya kaya akan kandungan serat, mineral dan komponen antioksidan seperti antosianin dan ß-karoten.  Secara umum ada 3 jenis varietas ubi jalar berdasarkan warna daging umbinya, yaitu ungu, kuning kecoklatan  dan putih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga varietas tersebut, dua varietas mempunyai efek yang positif bagi kesehatan tubuh, yaitu ubi jalar ungu dan putih. Di dalam ubi jalar ungu, terkandung senyawa yang sudah dikenal, yaitu antosianin. Senyawa antosianin di dalam ubi ungu bukan senyawa yang otentik dimiliki hanya oleh ubi ungu saja, melainkan juga terdapat pada tanaman lain seperti : buah strawbery, buah naga, kubis merah, anggur, bunga rosella, maupun kulit manggis. Keunggulan antosianin yang terdapat di dalam ubi jalar ungu adalah lebih stabil terhadap suhu tinggi dan cahaya dibandingkan yang terdapat dalam tanaman lain di atas. Bila seseorang menderita kerusakan hati, maka dengan mengkonsumsi ubi jalar ungu selama minimal 2 minggu dapat menurunkan tingkat kerusakan hati tersebut, sehingga ubi jalar ungu dapat dikonsumsi bagi seseorang yang rutin minum obat agar fungsi hati nya tetap terjaga, atau sebagai hepatoprotektor. Manfaat lain dari ubi jalar ungu adalah dapat mencegah pengaruh efek buruk dari radikal bebas, yang dikarenakan  senyawa reactive oxidative stress (ROS), karena senyawa antosianin di dalam ubi jalar ungu mempunyai kemampuan kuat sebagai antioksidan karena meningkatkan fungsi enzim antioksidan yaitu Calatase (CAT), Glutathione peroxidase (GPx) dan Superoxide dismutase (SOD). Manfaat nya adalah akan terhindar dari penyakit kronis yang dikarenakan  pengaruh ROS tersebut, seperti penyakit jantung koroner, dan penyakit gangguan pernapasan. Manfaat lainnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan juga bisa sebagai anti aging bagi kulit karena daya antioksidannya yang kuat. Mengkonsumsi 200 gram ubi jalar ungu tersebut setiap hari akan mendapatkan manfaat antioksidan tersebut.

Sekarang berlanjut ke ubi jalar putih, ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa kandungan protein dan polisakarida di dalam ubi jalar putih mempunyai manfaat sebagai anti diabetes atau sebagai penurun kadar gula darah. Hal ini merupakan kabar baik bagi seseorang penderita diabetes yang rutin mengkonsumsi glibenclamid atau metformin, sehingga dapat mengurangi konsumsi obatnya dengan mengkonsumsi ubi jalar putih.  Manfaat lainnya adalah ubi jalar putih juga mampu bermanfaat sebagai penyembuh luka di kulit dikarenakan luka bakar ataupun luka sayatan. Cukup menghaluskan daging ubi jalar putih dengan sedikit air, kemudian ditempelkan pada kulit yang luka, maka dapat membantu mengurangi tingkat kerusakan karena inflamasi dari kulit yang luka tersebut. Kandungan karotenoid dan polifenol di dalam ubi jalar putih ternyata mampu mereduksi peptic ulcer / luka pada lambung, dan mempunyai kemampuan yang setara dengan cimetidine, sehingga dapat membantu bagi penderita sakit maag.

By : Muhammad Fariez Kurniawan, S.Farm., Apt (diolah dari berbagai jurnal terpercaya)

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *